Saturday, November 24, 2012

Forum Pertemuan Stakeholder Wilayah Jombang

 “Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas untuk Remaja di Komunitas Muslim”


Akhir-akhir ini perilaku seksual dikalangan remaja semakin populer, hal tersebut bisa dilihat dengan meningkatnya jumlah kejadian kehamilan sebelum menikah dan juga berdasarkan banyaknya anak usia remaja yang mengajukan dispensasi menikah ke Pengadilan Agama karena belum cukup umur untuk menikah dan data dari Pengadilan Agama Jombang angka tersebut mencapai 89 kasus remaja yang mengajukan dispensasi nikah. Pola perilaku seks bebas tidak hanya berdampak negatif pada masa depan dan kesehatan remaja, akan tetapi sudah menjadi masalah sosial yang berkepanjangan hal tersebut karena minimnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan perilaku yag kurang bertanggung jawab. 
Berdasarkan Needs Assessment yang di lakukan oleh Rahima Pusat Pendidikan & Informasi Islam dan Hak-Hak Perempuan pada bulan Mei 2012 wilayah JLK (Jombang Lamongan Kediri) terkait dengan kesehatan reproduksi remaja di komunitas muslim, ditemukan bahwa sebanyak 76,8% responden tidak mengetahui apa itu kesehatan reproduksi dan seksualitas, dan yang pernah berpacaran sebanyak 73%. Sedangkan berpacaran dari tingkat berpegangan tangan hingga melakukan oral seks sebanyak 1,7%.
Untuk mengantisipasi semakin meningkatnya kasus remaja yang berperilaku seks bebas, Rahima beserta para stakeholder dari mitra Rahima wilayah Jombang yang terdiri dari WCC Jombang, tokoh agama dan juga instansi pemerintah akan melakukan advokasi kepada kalangan remaja dan orang tua.
Dalam pertemuan yang diadakan pada tanggal 24 Nopember 2012 di hotel Yusro muncul beberapa usulan program kerja yang disampaikan yaitu melakukan pemetaan wilayah sosialisasi termasuk materi pembahasan kesehatan reproduksi kepada remaja, melakukan sosialisasi dengan penyuluhan via media seperti brosur, media massa, televisi dan juga media jejaring sosial facebook dengan harapan akan adanya komunitas yang peduli kesehatan reproduksi remaja serta akan menggalakkan konseling sebaya. Selain itu juga akan melakukan advokasi mengenai persoalan-persoalan remaja termasuk persoalan seksual sambil berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut, melakukan advokasi terhadap peran dari tokoh agama terkait pemahaman kesehatan reproduksi dan juga melakukan advokasi kepada pemerintah tentang fasilitas umum yang sering kali digunakan remaja untuk melakukan hal maksiat.
Upaya untuk meminimalisir kasus-kasus kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja dibutuhkan koordinasi yang baik antara masyarakat, instansi pemerintah dan juga media massa supaya harapan-harapan tersebut dapat terwujud. (MD/WCC Jombang)